Malam sunyi ku impikanmu
ku lukiskan kita bersama
namun slalu aku bertanya,
adakah aku dimimpimu?
Dihatiku terukir namamu
cinta, rindu beradu satu
namun slalu aku bertanya,
adakah aku dihatimu?
Tlah ku nyanyikan alunan alunan senduku
tlah ku bisikkan cerita cerita gelapku
tlah ku abaikan mimpi mimpi dan ambisiku
tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu?
Bila saja kau disisiku
kan ku beri kau segalanya
namun aku bertanya,
adakah aku dihatimu?
tlah ku nyanyikan alunan alunan senduku
tlah ku bisikkan cerita cerita gelapku
tlah ku abaikan mimpi mimpi dan ambisiku
tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu?
tak bisakah kau sedikit saja dengar aku
dengar simfoniku
simfoni hanya untukmu
tlah ku nyanyikan alunan alunan senduku
tlah ku bisikkan cerita cerita gelapku
tlah ku abaikan mimpi mimpi dan ambisiku
tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu?
##
Aku punya seorang sahabat, Yuda namanya tapi aku panggil lay. karena ku anggap abang si lay ini.
dia yang kirim lirik ini pertama kali saat kisah dalam lagu itu terjadi di kehidupan nyataku.
yang slalu bersedia meladeni aku untuk curhat, menyebutku phsyco sampai skizoprenia, haha sadis memang..
tapi tetap senantiasa membalas sms ku yang sering gak jelas.
huffttt, si lay ini tahu persis perasaan ku. perasaan ku terhadap orang yang sudah berdua bahkan sebelum kami saling jatuh cinta.
dy bukan seorang brengsek, hanya kalah pada perasaan jujur terhadap apa yang ia rasakan padaku.
aku tak pernah menyalahkan dy. kami berbeda kasta, sering berbeda prinsip, tak jarang adu argumen tapi kami sadar kami saling menyayangi. sehingga apapun kekeliruan yang tlah kami lakukan, selalu ada kesempatan kedua. tak pernah ada maksud untuk menyakitiku, belanya.
sayang, hati ini tlah robek2 saat aku tahu kenyataan yang sebenarnya.
aku pernah bilang, aku gak akan ninggalin kamu kalau bukan kamu yang ninggalin aku.
tapi akhirnya toh aku yang pergi. harus aku.
dia hanya ingin membuat ku jadi gadis yang lebih baik. bukan gadis blarakan seperti sebelumnya.
dia mentransformasiku menjadi sosok yang lain.
yang tak pernah terbayangkan akan jadi seperti ini.
sungguh tidak rela, melepaskan dia bersanding dengan gadis lain.
demi Tuhan aku tidak rela.
tapi demi Tuhan aku sayang padanya dan meyakini diri sendiri bahwa saat ini aku belum bisa bersamanya.
dan beginilah akhirnya, sok tegar, sok kuat, karena aku sama sekali tidak bisa melepaskan di adari otakku.
aku pergi, karena aku bukan pilihan.
kalau hanya memikirkan perasaanku, aku akan pura-pura tidak tahu dan terus jalan.
tapi disini bukan hanya aku dan dia yang terlibat, ada gadis ini.
kami menyayangi dan disayang oleh lelaki yang sama.
kalo aku jadi dia, aku gak akan rela lelaki ku mengucapkan sayang ke gadis yang lain.
sisi evil ku bereaksi "kelak kamu akan merasakan apa yg aku rasakan saat ini. tunggu saja pembalasan Tuhan."
disisi lain, sisi angel ku berbisik "kamu akan lebih bahagia jika kamu merelakan dia untuk bahagia juga bersama gadis itu"
euhhhh,, pergolakan batin yang menyebalkan..
si lay bilang, (masih inget si lay kan?!) kalo lo tetep jalan dan ngerecokin hubungan mereka, lo gak aka dapat apa2. tenang aja, terima kenyataan, hadapi masalah kalian. perbaiki komitmen.
jadi sekarang hanya airmata dan sujud yang menemani menit demi menit kehidupanku.
dan kalimat terakhir dia yang cukup menguras kelenjar air mataku berproduksi lebih kerasa "Aku juga ngerasa kehilangan kamu"
*saranghamnida 31510
Kamis, 03 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar